Alasan Dan Tujuan Pembuatan Perencanaan Usaha

Alasan Dan Tujuan Pembuatan Perencanaan Usaha

Standar kinerja merupakan sasaran strategis atas hasil kerja yang dapat diterima. Penentuan standar kinerja tidak hanya pada hasil akhir namun juga pada prosesnya. Manajer puncak dan operasional dalam suatu perusahaan perlu menentukan proses implementasi dan hasil-hasil yang akan dipantau. Proses dan hasil tersebut harus dapat diukur dalam cara yang objektif dan konsisten. Pengambilan tindakan korektif untuk memastikan kinerja sesuai dengan rencana.

Dengan adanya sistem administrasi penggudangan yang benar, keberadaan logistik setiap saat dapat dicek, baik berkaitan dengan nama, jenis, spesifikasi, jumlah, mutasi, bukti-bukti pemasukan dan pengeluaran logistik, jumlah persediaan, maupun nilai logistik yang ada di gudang. Hendaknya di dalam ruang gudang disediakan ruang untuk menampung barang-barang yang segera digunakan maupun sering digunakan/diminta oleh unit kerja. keberadaan ruang sangat penting karena selain untuk menjaga keamanan barang, juga bisa mendukung kecepatan dalam pelayanan permintaan barang kepada unit-unit kerja yang membutuhkan. Hendaknya di dalam ruang gudang disediakan ruang tata usaha untuk melakukan kegiatan-kegiatan administratif penggudangan guna menjamin ketertiban administratif, penyediaan peranti pengawasan barang dalam gudang dan keamanan barang. Ruangan seyogyanya bisa dipergunakan sebaik mungkin sehinggan pelaksanaan kegiatan pengaturan barang dalam gudang dapat melewati jarak yang sependek mungkin. Logistik dan peralatan disusun di atas pallet secara rapih dan teratur, sesuai dengan ketentuan.

Tujuan dari pengendalian manajemen ini sendiri adalah menjamin bahwa strategi yang dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan yang diinginkan. Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya lebih mengarah ke berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan organisasi terpenuhi. Jadi sitem pengendalian manajemen dapat diterapkan pada berbagai bentuk perusahaan, sebab pada dasarnya setiap perusahaan mempunyai komponen sama, yaitu WERE atau Work ; Employe ; Relationship ; Environment . Hal-hal yang diatur dalam penelaahan adalah Kontrol terhadap proses kerja dan dokumentasi penugasan pada KJPP; Perbaikan secara berkelanjutan terhadap ketidaksesuaian yang ditemukan; Perbaikan pelatihan dan kompetensi dari personel KJPP. Apabila melihat garis besar terkait kepemimpinan KJPP atas mutu, maka kepemimpinan di lingkungan DJKN terkait kebijakan dan prosedur pengendalian mutu merupakan kewenangan Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Auditor harus membuat catatan atas kondisi-kondisi yang dilaporkan kepada dewan audit, mencakup kecurangan-kecurangan yang signifikan dalam perancangan atau operasi dari sistem pengendalian internal perusahaan. Sebagai contoh, computer based mostly system tidak menyediakan audit path yang nampak. Audit dalam sistem ini memerlukan hasil printout dari jurnal dan buku besar dan file document yang lain. Dengan penggunaan real-time processing system akan menambah tingkat kesulitan, dikarenakan sistem ini beroperasi tanpa membutuhkan dokumen sumber. Microcomputer hardware dapat dicuri dengan mudah dan dapat pila diakses oleh pihak-pihak yang tidak berwewenang.

Evaluasi, dan Pengontrolan merupakan hal yang penting dalam bisnis

Terdapat empat pendekatan yang dapat dipilih manajer dalam menggerakkan implementasi, yaitu pendekatan perintah, pendekatan perubahan, pendekatan konsensus, dan pendekatan budaya. Menurut Hartline, Maxham, McKee, dan Jaworski , pengendalian pemasaran terdiri dari pengendalian formal dan informal. Penjelasan berikut ini disadur dari Ferrel et al. yang mengadaptasi pendapat keempat penulis. Pada sisi lain, pendekatan ini kurang mempertimbangkan kelayakan implementasi strategi. Para petinggi yang membuatnya memang punya kuasa untuk memaksakan implementasi, namun karena kurang menguasai situasi lapangan, strategi yang mereka godok belum tentu layak diimplementasikan.

Dari pembahasan di atas jelas bahwa M & E memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Terutama adalah untuk memastikan proses pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan benar-benar “on the track” sesuai tujuan proyek dan program. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah program itu mencapai sasaran yang diharapkan atau tidak. Evaluasi baru bisa dilakukan jika program itu telah berjalan setidaknya dalam suatu periode , sesuai dengan tahapan rancangan dan jenis program yang dibuat dalam perencanaan dan dilaksanakan. Proses pengadaan material dapat dilaksanakan dengan baik jika didukung dengan perusahaan provider yang punya kemampuan dan komitmen yang memadai.

Hubungan yang sehat akan terbentuk pada setiap orang dalam departemen satu dengan departemen yang lain dalam pertukaran informasi. Kami akan menjaga informasi yang akurat dan terkini, namun Kami tidak dapat menjamin keakuratan informasi. Silakan verifikasi informasi kartu kredit, dan tingkat suku bunga selama proses aplikasi.

Pendekatan pengauditan dengan komputer yang populer menggunakan software program audit selama pengujian substantif terhadap catatan dan file perusahaan. Tipe software program yang digunakan yaitu generalized audit software program yang terdiri dari satu atau lebih program rutin yang dapat diterapkan pada berbagai situasi dan berbagai tipe organisasi. GAS sering dipakai untuk melakukan substantive take a look at dan digunakan check of control yang terbatas.

Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian inner yang melindungi sistem tersebut. Pengumpulan informasi dari pihak luar , kemudian data dibawa pergi, dianalisa dan peneliti tersebut membuat perencanaan tanpa menyertakan masyarakat. RRA lebih bersifat “penggalian informasi”, sedangkan PRA dilaksanakan bersama-sama masyarakat, mulai dari pengumpulan informasi, analisa, sampai perencanaan program. Tujuannya untuk membangun perencanaan strategis dan perencanaan kontingensi, menetapkan ketentuan-ketentuan, standar, prosedur petunjuk pelaksanaan serta evaluasi, pelaporan dan langkah taktis untuk menopang organisasi . Selain itu, menurut penjelasan UU 25 Tahun 2004, pendekatan atas-bawah dan bawah-atas dalam perencanaan dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. Rencana hasil proses diselaraskan melalui musyawarah yang dilaksanakan di tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa.

Comments are closed.