Alih Profesi Jadi Petani Cabai, Pemuda Asal Bungo Ini Sukses Di Kampung Halaman

Alih Profesi Jadi Petani Cabai, Pemuda Asal Bungo Ini Sukses Di Kampung Halaman

Tak hanya itu, anak kedua dari empat bersaudara ini juga turut menampung dan menjualkan hasil kerajinan tangan dari warga Baduy lainnya. Saat ini, Narman menggandeng 25 perajin Baduy sebagai mitranya. Sejak 2016 lalu, Narman mulai menggunakan akun Instagram bernama Baduy Craft untuk memasarkan hasil kerajinan tangannya.

Perkaranya, kondisi pandemi menuntut banyak orang menjaga kesehatan dan kondisi badan. Hilman, salah satu owner menuturkan, awal terjun usaha karena sedari SMP mereka berlima memang bersahabat dan sama-sama bercita-cita ingin memiliki usaha. Untuk sukses, cukup yakin dan usaha, maka Tuhan akan menuntunya dengan jalan yang tak terduga. “Alhamdulillah, Selama satu setengah tahun ini merintis usaha di Bojonegoro saya sudah memiliki four toko langganan yang selalu meminta suplai tas dan dompet,” tandas dia.

Pemuda Sukses

“Dalam pikirannya yang penting itu adalah jajan, bukan haji, umrah atau mendirikan sekolah. Begitu juga bagi masyarakat yang setiap hari bekerja untuk makan hari ini, maka yang diberikan Allah sesuai kapasitas ilmu dan prioritasnya,” tuturnya. Hingga saat ini, Tomi dan dibantu tiga karyawan untuk mengembangkan usaha yang dirintisnya. Meski sudah mempunyai karyawan, namun Tomi tetap terjun langsung menangani beberapa pekerjaan, mulai dari konsep, model dan desain. Menjadi developer perorangan diakui Tomi memberi tantangan tersendiri. Pasalnya, orang kesulitan mengingat brand atau nama setiap proyek perumahan.

Enam orang pemuda yang memiliki keterbatasan sosial direkrut sebagai pekerja. Ryri menggaji enam orang pekerjanya masing sebesar Rp800 ribu per bulan. Ia mengaku prihatin dan memiliki keinginan besar untuk menolong orang yang memiliki keterbatasan sosial dan eknomi.

Anda bisa mencoba menggunakan software program akuntansi yang mudah digunakan, memiliki fitur terlengkap dan harga yang sesuai seperti Accurate Online. Bisa disesuaikan dengan hobi atau memang menyesuaikan keperluan pasar. Soal keperluan pasar ini kamu bisa rajin-rajin berselancar di Google untuk melihat tren produk masa kini atau sering-sering membangun jejaring dengan pebisnis lain. Kamu perlu memahami apa goal jangka pendek dan jangka panjang. Seorang pebisnis perlu meyakinkan diri sendiri bahwa kami siap untuk susah payah membangun usaha. Hal ini tentu berbeda dengan pekerja kantoran yang bekerja berdasarkan keperluan perusahaan.

Ahlul mengaku sejak sebelum kuliah, memang tidak berminat mencari pekerjaan di Pulau Jawa. “Saya kuliah untuk belajar bagaimana kehidupan di luar, belajar tata cara sukses mereka dan kembali pulang.” Selanjutnya dikatakannya, siswa MTsN 2 HSU bagian dari pemuda mulai sekarang harus sudah mempunyai tujuan dan visi ke depan yang jelas agar benar–benar sukses dan berprestasi. “Kalian harapan dari orang tua, yang menginginkan anaknya untuk sukses dan berprestasi,” katanya. Lukman Wijaya yang lahir di Bondowoso, Jawa Timur 36 tahun yang lalu sudah memiliki jiwa entrepreneur sejak ia masih kuliah di IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Saat itu, ia harus memutar otak untuk mendapatkan uang agar bisa tetap kuliah.

Comments are closed.